Rabu, Februari 04, 2009

MAHALNYA KEDAMAIAN


Satu lagi kebrutalan massa yang menambah daftar panjang kerusuhan di Indonesia. Massa mengamuk, bahkan menewaskan Ketua DPRD mereka sendiri. Kedamaian rupanya semakin mahal di negara merah putih ini.
Sore kemarin saya begitu shock melihat aksi massa di Sumatra Utara. Tanpa belas kasih mereka menyeret dan memukuli Aziz Angkat, Ketua DPRD mereka sendiri. Tak elak Ketua DPRD yang baru menjabat 2 bulan itu meninggal dunia.

Kerusuhan semacam ini membuat saya prihatin. Indonesia terkesan seperti negara anarkis, pecinta kekerasan, tidak beretika, tidak punya hukum, tidak menghormati demokrasi dan tidak menghormati negara sendiri. Betapapun salah dan jahatnya seseorang, tetap saja mereka tidak pantas diperlakukan seperti itu. Kelakuan orang-orang semacam ini lebih rendah dibanding koruptor yang sering didemo.

Para anggota DPRD begitu tertusuk dan marah. Beberapa di antara mereka menyebut nama Pangabean sebagai dalang atas semua kejadian itu. Melihat hal ini saya heran kenapa makin hari makin banyak orang terjebak hasutan-hasutan tidak wajar. Mungkin perekonomian yang terpuruk menjadikan orang-orang Indonesia semakin tidak punya akal sehat.

Dalam sebuah forum saya sempat membaca pedapat dari orang Vietnam tentang Indonesia
Mahasiswa di Makasar yang seharusnya menjadi bagian dari kaum intelektual, ternyata perilakunya lebih buruk dari politisi yang didemonya. Dengan dalih kebanggaan pada jurusan/fakultas dimana mereka belajar, mahasiswa rela beradu otot dengan dibantu seperangkat alat anarkis seperti batu, besi, pisau, dan lainnya yang mampu mencederai sampai membunuh musuhnya.

Lebih parah lagi, bangunan dan atribut kampus yang dibangun dengan uang hasil pajak masyarakat dirusak. Lalu apakah mereka pantas disubsidi ? Sementara orang kecil bekerja dengan keras untuk membayar pajak, supaya mahasiswa ini mendapat biaya yang murah seperti yang mahasiswa tuntut selama ini.

Wahai mahasiswa, kalo anda tidak mampu untuk berpikir dan menjadi orang yang berguna lebih baik keluar sekarang juga berikan kesempatan yang mulia itu untuk orang lain yang mau dan mampu berpikir. Jika perilaku bodoh mahasiswa masih terus berlangsung maka semakin bertambah investasi yang telah kita tanamkan untuk keterpurukan bangsa ini di masa datang.

Apa yang membuat Negara Indonesia berantakan seperti sekarang ini, kenapa krisis yang tidak kunjung hilang dan bertambah hari justru bertambah buruk kondisinya.

Sebagian orang lebih banyak menyalahkan pemerintah tidak bisa mengatur negara, tidak berpihak pada rakyat. Sementara kaum beragama mengatakan adanya kebobrokan moral yang menyebabkan Indonesia tidak punya orientasi yang jelas dan cenderung tidak berakhlak.

Muncul kelompok-kelompok yang berusaha menjadi Superman untuk menyelamatkan negeri ini (label yang mereka bawa) dengan cara mereka sendiri yang terkadang cenderung lebih koboy daripada negeri asal koboy.

Satu hal yang melandasi segala peristiwa yang pada akhirnya menjerumuskan Indonesia kedalam keterpurukan yang mungkin tidak pernah selesai atau harus diselesaikan dengan kiamat yaitu KEBODOHAN Indonesia sendiri yang membawa ini semua. Buah dari benih yang telah ditanam yaitu kebodohan itu telah dipanen dan dinikmati oleh negara Indonesia ini.(DON TRUONG, HONAI VIETNAM)


Berlebihankah? Patut kita renungkan.

Ini kasus lain yang juga mencoreng nama Indonesia. Jika dengan membaca ini Anda menilai saya tidak suka segala bentuk aspirasi, Anda salah besar. Aspirasi di mata saya sebaiknya diungkapkan dengan cara-cara yang lebih terhormat. Banyak kog yang berdemo tapi tidak sampai anarkis seperti itu.

Kejadian seperti ini membuat saya menyadari sesuatu. Ternyata ada satu hal yang sangat mahal harganya di negeri tercinta kita ini, yakni kedamaian. Sayang hal itu dilupakan karena tertutupi masalah ekonomi dan masalah-masalah lain yang membuat Indonesia carut-marut.

8 komentar:

  1. heuh, sebuah tulisan yg sangat baik sebagai bahan renungan. ya, keadaan ini memang sangat memprihatinkan.

    BalasHapus
  2. Anarkisme / Brutalisme:
    Sama saja,Itulah demokrasi indonesia yang perlu kebrutalan.Memaksakan kehendakt untuk mencapai tujuan.Oya katanya sih para demonstran dibayar.Benarkan so

    BalasHapus
  3. denger2 katanya gitu. ada dalangnya. yah, maklumlah, indonesia lumayan melarat. kerjaan apapun jadi.

    BalasHapus
  4. Sebuah Negara akan hancur jika nilai-nilai agama tidak lagi tertanam di jiwa dan perasaan. Sehingga membuat diri menjadi tidak bermoral dan tidak bermartabat.

    Di dalam Al_Qur’an surah Ar-rad ayat 11 Allah berfirman :

    “Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, mereka menjaganya dimuka dan dibelakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia”.

    Jelas sekali dinyatakan bahwasanya untuk mendapatkan perubahan-perubahan yang terlebih baik maka harus dimulai dari diri sendiri. Karena itu yang harus menyadarinya bukanlah sekelompok orang saja atau sebagian kecil orang saja, melainkan seluruh Individu yang berada di dalam suatu Negara tsb.

    Perlu sekali untuk diadakannya Reformasi yang tidak hanya sebatas kaum Elit Politik saja melainkan setiap diri harus mereformasi dirinya sendiri, merenung dan memikirkan apa yang harus dilakukan untuk mencapai suatu perubahan yang baik.

    Suatu pepatah mengatakan : ”Jadikanlah hari ini menjadi lebih baik dari hari kemarin dan usahakanlah hari esok lebih baik dari hari ini”.

    Jika kita menjadikan hari kemarin sebagai tolak ukur untuk kebaikan kita hari ini tentu itu suatu langkah yang sangat Arif sekali, apalagi jika tertanam pada diri untuk menjadikan hari esok lebih baik dari hari ini maka itu bukan saja keputusan yang Arif melainkan juga bijaksana dalam menyikapi suatu keadaan.

    Oleh karena itu marilah kita bersama–sama khususnya masyarakat Indonesia, apapun posisinya apakah rakyat, pejabat, karyawan, pimpinan, miskin, kaya, yang berilmu maupun yang awam semuanya jika merasa rakyat Indonesia maka bangkitlah dari keterpurukan ini dengan membenahi segala persoalan dimulai dari diri sendiri. Katakan pada diri sendiri Apa yang harus saya berikan untuk kebaikan Negara ini. Tentu jika semua berfikir postif untuk kebaikan bersama maka saya yakin bahwa 2-5 tahun kedepan Indonesia akan bisa bangkit dari keterpurukannya selama ini.

    Mari bekerja sama dalam membangun Negara yang kokoh dan kuat, yang tidak bergantung kepada pihak manapun. Dan untuk memupuk rasa solidaritas itu janganlah saling curiga mencurigai, tuding menuding, salah menyalahkan karena itu akan merusak persatuan dan kesatuan.

    Salam damai penuh Cinta di dalam Rahmat dan Ridho Allah SWT

    Wanita yang fakir serta tiada daya upaya....

    BalasHapus
  5. Saya juga dengar kasus ini..benar2 memalukan bangsa sendiri dan mahasiswanya..:(

    BalasHapus
  6. Semoga warga Indonesia cepat sadar...

    BalasHapus
  7. Saya kangen sama jaman Orde Baru.. Ga ada yg namanya kerusuhan dsbnya.. Saat orba runtuh, Indonesia malah ikutan runtuh juga..

    BalasHapus